Lu tu bukan fufufafa
Pelabuhan Terakhir Dua tahun. Sudah dua tahun sejak semuanya berakhir, tapi malam tetap datang dengan wajah yang sama. Berat, lengket, penuh dengan hal-hal yang tidak bisa diucapkan. Kipas angin berputar pelan di sudut kamar, berderit seperti lagu lama yang tidak pernah selesai. Langit putih menguning di atas kepala. Dan aku masih di sini, di tepi kasur yang sama, menatap ke atas seperti sedang menunggu jawaban yang tidak pernah datang. Orang bilang waktu adalah obat. Barangkali mereka benar, tapi bukan obat yang menyembuhkan. Lebih seperti kain tipis yang menutupi luka, cukup untuk berfungsi tidak cukup untuk lupa. Aku sudah belajar tersenyum saat ditanya kabar. Sudah belajar menjawab "baik" dengan nada yang meyakinkan. Tapi di balik semua itu, lukanya masih ada. Diam. Menunggu momen lengah untuk kembali terkelupas. ~~ Kenangan tentang dia selalu dimulai dari hal-hal kecil. Aroma tinta merah yang menyengat di udara kelas siang itu. Angin sore yang masuk lewat jendela, mengge...