Sudah hilang, noooooo
Pelabuhan Terakhir *hanya ilustrasi semata Di sudut hampa, tatap mata yang pernah tertuju pada punggungmu, kini pula berpaling setelah pagi menampakkan langkahmu menggenggam tangan baru. Benang penopang yang tegas sekarang terpaku pada kepingan yang tak lagi bisa disusun. Rasanya seperti mawar yang tumbuh di antara teratai, tak diundang, tapi nyatanya menyentuh relung jiwa. Kulit tajamnya perlahan menusuk, menyuruh diri ini untuk melepaskannya. Tidak ada benci, hanya saja ini terlalu berat untuk akal. Walau harap telah karam, ikhlas masih bersedia mengantarnya ke pelabuhan lain. Entahlah, semoga batu karang tidak datang dengan tangan kosong.